INFO KILAT
  • 1 tahun yang lalu / Selamat HUT PRAMUKA ke-59, 14 Agustus 2020. Salam Pramuka ….!
  • 1 tahun yang lalu / SIAP PEMBELAJARAN DI ERA NEW NORMAL
  • 1 tahun yang lalu / Pengumuman kelulusan kelas IX tahun pelajaran 2019/2020 hari Jumat tgl 5 Juni 2020 jam 13.00 WIB
WAKTU :

Para Siswa Dididik Petugas Damkar Temanggung

Terbit 24 September 2019 | Oleh : candiroto | Kategori : Uncategorized
Para Siswa Dididik Petugas Damkar Temanggung

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dinas Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Temanggung gelar sosialisasi pada pelajar tentang pencegahan kebakaran pada kegiatan Pramuka SMK Negeri 1 Temanggung, Sabtu (14/9/2019).

Kepala Dinas Satpol PP dan Kebakaran, Kabupaten Temanggung, Agus Munadi, Senin (16/9) mengatakan sosialisasi pencegahan kebakaran di SMKN 1 Temanggung sebagai bentuk sinergitas pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah Temanggung terutama di lingkungan pendidikan dan tempat tinggal pelajar.

“Adik-adik Pramuka kami latih, kami edukasi sehingga nanti di masyarakat mereka bisa menjadi salah satu relawan penanggulangan kebakaran,” kata Agus Munadi.

Dia mengatakan pelajar mendapat edukasi bagaimana pencegahan, bagaimana cara penanganan kebakaran, baik menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (apar) atau alat sederhana lainnya.

Dalam sosialisasi itu, pelajar dibekali untuk menyosialisasikan kepada masyarakat melalui program geplak gandem, yaitu gerakan pantau listrik, pantau air dan pantau kompor sehingga kalau masyarakat sudah mampu mendeteksi hal-hal yang bisa mengakibatkan kebakaran bisa dicegah, karena terdeteksi sejak dini.

Dikatakan, diperlukan peran serta aktiv dari masyarakat dalam menginformasikan kejadian kebakaran sedari dini, sebab dengan penanganan sedari awal kebakaran yang terjadi segera padam dan tidak menjalar ke lingkungan. ” Jika ada kebakaran segera hubungi markas induk pemadam kebakaran yaitu (0293) 4901790 atau agar mudah diingat adalah jago 17 go,” katanya.

Dia mengatakan selama ini, bila masyarakat mengetahui ada kebakaran justru share ke group medsos tidak langsung ke markas pemadam kebakaran. Padahal kebakaran butuh penanganan cepat dan belum tentu anggota pemadam ikut dalam group medsos masyarakat, itu pun belum tentu langsung membukanya.  ” Setelah sosialisasi di sekolah, ke depan akan dilakukan sosialisasi ke desa/kelurahan,” katanya.
 
Dia menerangkan faktor terjadinya kebakaran di Temanggung, antar lain karena listrik dan kelalaian menyalakan kompor/tungku. “Makanya kita edukasi masyarakat dengan geplak gandem itu, pantau listrik dan pantau kompor,” katanya. (Osy)

Sebelumnya7 Cara Belajar yang Efektif dan Efisien SesudahnyaJawa Tengah Juara Liga Berjenjang U-14 Piala Menpora 2019

Berita Lainnya

0 Komentar